Makota Hai! Senang melihat kamu sudah menyempatkan waktu untuk membaca artikel di Makota. Jika ada keperluan, kamu bisa menghubungi saya melalui halaman Kontak.

3 Miliarder Sukses yang Dulunya Dibuang Ke Tong Sampah Saat Bayi

2 min read

Ilustrasi bayi dibuang

Malang benar nasib bayi tak berdosa yang dengan sengaja ditelantarkan bahkan dibuang oleh ibu kandungnya sendiri.

Sekarang ini, kejadian pembuangan bayi seolah sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Kebanyakan karena ibunya yang tak mengharapkan kehadiran sang bayi, karena malu sebab hasil hubungan gelap, misalnya.

Rasa malu atas perbuatannya sendiri mengalahkan jiwa seorang ibu yang seharusnya diliputi kasih sayang dan iba bukan kepalang.

Pembuangan bayi ke tong sampah, ke parit atau ke tempat-tempat yang tak semestinya rupanya telah terjadi sejak dahulu.

Bahkan, bayi yang dahulu dibuang ke tempat-tempat tak semestinya, sekarang telah menjelma menjadi orang sukses tanpa dinyana.

Ya, jalan hidup siapa mengira. Bayi yang dibuang orangtua kandungnya justru tumbuh menjadi sosok miliarder kaya yang bisa jadi membuat orangtuanya kini sangat menyesali perbuatan itu.

Inilah 3 bayi yang pernah ditelantarkan orangtuanya, kini menjelma menjadi miliarder muda.

1. Dibuang karena cacat lahir

Ilustrasi

Li Hong merupakan seorang pengusaha online yang sukses dalam pengelolaan berbagai produk pertanian.

Namun siapa sangka, saat bayi ia dibuang oleh orangtua kandungnya sendiri karena Li memiliki masalah pada kakinya sebagai cacat bawaan sejak lahir.

Beruntungnya seorang wanita bak malaikat bernama Xiao Fang membawa bayi yang menangis di dalam kardus di jalanan tersebut dan memutuskan merawat hingga dewasa.

Li tumbuh menjadi sosok yang tekun, sekalipun ia harus berjalan dengan bantuan tongkat kruk. Setelah lulus kuliah beberapa perusahaan tidak menerimanya bekerja, meski ia cerdas.

Lalu ia putuskan mendirikan perusahaannya sendiri. Setelah sukses, ia menikah. Dan di hari pernikahannya, ia hadiahi orangtua angkatnya uang tunai sebanyak 1 miliar, tetapi orangtua kandungnya juga datang.

2. Dibuang ke tong sampah

Carolyn Tan Bee Kim

Carolyn Tan Bee Kim merupakan pemilik restoran bak kut teh yang terkemuka.

Restorannya tersebut bernama Appa Bistro & Bar yang berada di Telawi, Bangsar, Kuala Lumpur.

Ia merupakan pengusaha kuliner yang sukses, tetapi siapa sangka jika wanita 30 tahun lebih tersebut memiliki masa bayi yang suram.

Saat baru lahir di Penang, ibu kandungnya membuang Tan kecil ke tong sampah. Beruntung sang pengasuh menemukan hingga sebuah keluarga mengadopsi.

Walau begitu Tan berlapang dada memaafkan sang ibu. Ia bertemu ibu kandungnya di pemakaman sang ayah.

3. CEO yang dulunya dibuang ke tempat sampah

Freddie Figgers

Orang tidak akan menyangka jika Freddie Figgers, seorang CEO Figgers Communication dari Florida yang sukses, pernah dibuang orangtuanya ke tempat sampah saat baru dilahirkan.

Beruntung, pria 30 tahun-an yang telah mendirikan perusahaan cloud computing saat usianya baru 15 tahun tersebut, diadopsi oleh Nathan dan Betty Figgers ketika Freddie berusia dua hari.

Freddie diasuh dan dibesarkan oleh orangtua angkatnya dengan baik. Di usianya yang ke-24, ia membuat 80 perangkat lunak khusus.

Inovasi Freddie bukan hanya di bidang komputer, tetapi juga teknologi lain. Ia pernah membuatkan sepatu dengan pelacak GPS dan fitur komunikasi dua arah untuk ayah angkatnya saat mendapat diagnosa alzheimer. Produk sepatu tersebut bahkan dihargai $2,2 juta oleh sebuah perusahaan dari Kansas.

Pria yang lahir di Quincy, Florida ini bisa menghasilkan keuntungan sebesar $62 juta atau sekitar Rp873 miliar dari perusahaan yang dirintisnya.

Itulah 3 kisah orang sukses yang dibuang orangtuanya saat bayi.

Entah bagaimana bisa, membuang bayi seolah seperti membuang bungkus nasi.

Tindakan membuang bayi dalam bentuk dan tujuan apapun tidaklah dibenarkan. Itu sangat buruk dan menciderai kemanusiaan. Karena anak adalah titipan Tuhan.

Sumber: kaskus.co.id

Makota Hai! Senang melihat kamu sudah menyempatkan waktu untuk membaca artikel di Makota. Jika ada keperluan, kamu bisa menghubungi saya melalui halaman Kontak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *